Perlukah Kerja Cerdas? (oleh: Sri Pudjiastuti, S.Pd., M.Pd.)

Perlukah Kerja Cerdas?  (oleh: Sri Pudjiastuti, S.Pd., M.Pd.)

Untuk menghadapi tantangan di masa depan, banyak hal yang harus disiapkan oleh pemuda Indonesia. Dunia kerja yang semakin mengglobal, dan semakin majemuk menjadikan pemuda Indonesia harus mempersiapkan diri mereka dari berbagai sisi. Dari sisi internal, mereka harus siap untuk memiliki softskills yang mumpuni dan juga motivasi internal yang tinggi agar apapun tantangan yang nantinya hadir di hadapan mereka, dapat mereka hadapi dan apapun masalah yang mereka hadapi dapat mereka selesaikan dengan baik.

Selain melakukan persiapan diri secara internal, para pemuda ini juga harus mempersiapkan hal-hal yang akan mendukung kesuksesan mereka secara eksternal. Untuk menyeimbangkan kedua hal penting ini para pemuda Indonesia perlu mengatur waktu mereka dengan baik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan untuk menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, sesuai porsinya, dan juga perlu untuk mengetahui aturan dan urutan prioritas dari apapun yang mereka lakukan demi untuk mendukung kesuksesan mereka di masa mendatang.

Tidak kita pungkiri bahwa setiap kerja keras akan selalu memberikan hasil yang lebih optimal saat kita sedang mengusahakan sesuatu. Namun, kita juga harus ingat bahwa terkadang kerja keras memerlukan waktu yang relatif lama dalam pelaksanannya, sementara terkadang kita hanya memiliki waktu yang terbatas dengan tuntutan kesuksesan yang cukup tinggi. Dan dari sanalah kemudian orang mulai berpikir untuk mengiringi setiap kerja keras dengan kerja cerdas.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam menerapkan ‘kerja cerdas’.

Yang pertama adalah Rencanakan Jadwal. Kunci utama dari bekerja secara efektif adalah dengan melakukan pengaturan jadwal dengan baik. Dalam hal ini kita bisa menggunakan sticky note atau jadwal kegiatan yang bisa kita sematkan di kalender mobile phone kita.

Hal kedua yang bisa kita lakukan adalah Memilah Pekerjaan. Dalam hal memilah pekerjaan, kita bisa memilah pekerjaan kita menjadi dua, yakni pekerjaan yang harus kita lakukan sendiri dan pekerjaan yang bisa dilakukan bersama (atau secara kolaborasi).

Dan yang ketiga adalah Melakukan Refleksi. Kita bisa melakukan refleksi di penghujung hari. Kita sempatkan diri untuk mengingat kembali apa yang telah kita lakukan, dan kita akan menemukan hal-hal yang perlu kita pertahankan, perbaiki ataupun tambahi.

            Saat kita kembali ke topik utama kita, yakni mengenai kerja cerdas, dari beberapa referensi yang penulis baca, penulis menyimpulkan bahwa working in Collaboration atau bekerja secara kolaborasi menjadi salah satu alternatif dalam melakukan suatu prinsip kerja cerdas.

 

Mari kita lihat bersama beberapa kelebihan dan kekurangan dari cara kerja secara kolaborasi ini.

 

Kelebihan Working in Collaboration

Beberapa kelebihan dari melakukan pekerjaan secara kolaborasi antara lain:

1. Untuk pekerjaan berskala besar, maka pekerjaan akan menjadi lebih ringan dan pengerjaannya pun akan menjadi lebih efisien.

2. Akan lebih banyak ide yang muncul, dalam hal ini maka kemungkinan hasil pekerjaan menjadi lebih baik karena lebih banyak orang yang mengerjakan dengan kemunculan ide kreatif yang lebih banyak.

3. Tanggung jawab atas keberhasilan maupun kegagalan pekerjaan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga secara beban mental saat kegagalan terjadi, tidaklah terlalu besar.

 

 

Kekurangan Working in Collaboration

Beberapa kekurangan dari melakukan pekerjaan secara kolaborasi antara lain:

1. Saat pengambilan keputusan, akan ada banyak pendapat dan ide yang perlu dipertimbangkan. Hal ini tentunya akan membutuhkan waktu yang lebih lama (jika dibandingkan dengan bekerja sendiri) untuk memutusakan ide mana yang akhirnya akan diambil atau dijalankan.

2. Bisa jadi kreatifitas individu akan menjadi tidak terlalu optimal untuk dikembangkan, karena tim akan fokus untuk mengembangkan ide yang sudah menjadi hasil kesepakatan.

3. Perlunya manajemen waktu dan sinkronisasi pengerjaan tugas, dimana tentunya disesuaikan dengan anggota tim, karena kerja tim lebih difokuskan pada penyelesaian pekerjaan secara bersama dan bukan lagi tergantung dari tiap individu.

 

Kelebihan dan kekurangan yang penulis sebutkan di atas tentunya tidak menjadi patokan dan tentunya masih ada beberapa kelebihan dan kekurangan yang bisa jadi kita temui saat kita melakukan proses bekerja secara kolaborasi. Dan itu tentunya akan kembali kepada masing-masing individu, sesuai dengan beban pekerjaan yang sedang diselesaikan dan juga sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.

 

Saat kita membicarakan mengenai kerja cerdas yang dikaitkan dengan budaya bekerja secara kolaboratif, dan memasukkan itu dalam suatu konsep pendidikan, yang diharapkan adalah para pemuda Indonesia terbiasa dengan budaya kerja cerdas dan budaya bekerja kolaboratif tersebut.

Di masa depan, mereka tidak akan hanya mengandalkan diri mereka sendiri untuk meraih kesuksesan. Mereka akan memasuki dunia dimana semakin luas jejaring sosial mereka, maka akan semakin besar pula peluang mereka untuk mengembangkan dan membesarkan bisnis apapun yang sedang mereka jalani, hingga akhirnya peluang untuk mendapatkan kesuksesan pun akan menjadi semakin besar.

 

Jadi, saat pertanyaan perlukah kerja cerdas kita lakukan, maka kita tidak perlu ragu lagi untuk menjawab iya. Kerja cerdas bukan berarti kita menghindari kerja keras, namun justru kerja cerdas akan menjadikan kerja keras kita menjadi lebih bermakna dan hasil yang kita dapatkan pun akan menjadi lebih optimal.

 

 

Contact Us



Witama Tanjung Datuk (SD - SMP - SMA)

Jl. Tanjung Datuk No. 339

Telp & WhatsApp: 082388233377

 

Witama Kampar (PG - TK)

Jl. Kampar (Simpang Kuantan VII) No. 189 

Telp & WhatsApp: 082300000889

 

Witama Srikandi (PG-TK-SD-SMP-SMA)

Jl. Srikandi No. 108

Telp & WhatsApp: 082383121333


Facebook: Witama School

Instagram: sekolahwitama

Youtube: Witama School Official


Accreditation

Partnership